Tag: tembarak

  • Program Unggulan Kepala MTs Al-Mu’min Muhammadiyah Periode ke-4

    Program Unggulan Kepala MTs Al-Mu’min Muhammadiyah Periode ke-4

    Temanggung – (6/10/21) Samsul M.Pd., kembali dilantik menjadi kepala MTs Al-Mu’min MuhammadiyahMuhammadiyah Tembarak Temanggung untuk periode ke-4 tahun pelajaran 2021-2025. Samsul dipercaya kembali untuk memimpin MTs MTs Al-Mu’min Muhammadiyah ini bukan merupakan peristiwa tunggal, melainkan peristiwa gayung bersambut pada penutupan workshop tahun pelajaran 2021/2022 pada 8 Juli 2021. Kemampuan yang mumpuni dan sifat bertanggung jawab menjadi salah satu alasan diangkatnya kembali menjadi kepala madrasah.

    Samsul pertama kali memimpin madrasah pada tahun 2008 dengan berbekal murid sejumlah 66 siswa dengan 3 rombongan belajar (rombel). saat ini MTs Al-Mu’min Muhammadiyah memiliki jumlah murid 393 siswa dengan jumlah 16 rombel. Selain sebagai madrasah yang berbasis pondok pesantren, MTs Al-Mu’min Muhammadiyah juga menjadi salah satu madrasah unggulan riset dan juga ditetapkan sebagai sekolah kader.

    “Pada Tanwir Musyda yang lalu MTs Al-Mu’min Muhammadiyah ditetapkan sebagai sekolah kader oleh Muhammadiyah Temanggung,” ungkap Drs. H. Asy’ari Muhadi, MA., dalam Sambutannya selaku ketua PDM Temanggung.

    Periode ke-4 ini Samsul mengusung 7 pokok program unggulan. Peningkatan kualitas input santri baru menjadi poin pertama yang diusung. Secara resmi pembukaan pendaftaran dibuka pada tanggal 01 Oktober 2021, pada 06 Oktober ini telah terpenuhi kuota 1 kelas dengan jumlah 26 pendaftar. Harapannya dengan focus peningkatan mutu input ini betul-betul siswa yang diterima adalah siswa yang berkualitas.

    Peningkatan kualitas guru dan pembelajaran dibarengi dengan kelengkapan administrasi menjadi program selanjutnya yang dicanangkan. Penguatan MTs Al-Mu’min sebagai madrasah unggulan di Temanggung dibarengi dengan peningkatan kualitas mutu layanan. Untuk menyiapkan kepemimpinan pada periode selanjutnya, Samsul juga menyiapkan program promosi jabatan, sehingga kedepan yang akan menjadi kepala sudah benar-benar siap. Peningkatan kualitas dan kuantitas mutu lulusan MTs Al-Mu’min untuk dapat melanjutkan di MA Al-Mu’min dan SMK Al-Mu’min, hal ini diharapkan akan memberikan bekal yang tuntas dalam bidang keagamaan dan ibadah untuk para santri. (Riza F.K./ Humas MTs Al-Mu’min)

  • Junjung Kerukunan: Ponpes Almatera Terima Kunjungan dari Sorong Papua Barat

    Junjung Kerukunan: Ponpes Almatera Terima Kunjungan dari Sorong Papua Barat

    Temanggung – (24/10) Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak (Almatera) Temanggung menerima kunjungan tamu dari Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sorong Papua Barat. Rombonga hadir dengan menggunakan 3 armada bus dengan jumlah peserta kurang lebih 104 orang, tiba di Ponpes Almatera pukul 16.00 WIB.

    “Terharu sekali diterima dengan suasana seperti ini,” ungkap salah satu tamu dari Papua seketika turun dari bus.

    Rombongan berangkat tanggal 16/10 dari Papua naik kapal selama 4 hari 3 malam kemudia sampai di Surabaya dan di jemput oleh bus menuju SMK Gondang Legi, SMA Trensains, MI Karanganyar, SMP Muhammadiyah PK Kota Barat, SMK Sukoharjo, Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak (Almatera), kemudian ke SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

    Muhammadiyah berkembang di sorong sejak 1956. Di kabupaten sorong terdapat 19 sekolah tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK dan 54 sekolah TK. Juga terdapat 2 universitas, Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS) dan Universitas Pendidikan Sorong (UNIMUDA). Mengembangkan dan menjaga Muhammadiyah beserta AUMnya merupakan amanah yang tidak boleh ditinggalkan. “Para pendahulu telah bersusah payah membangun AUM, maka saat ini menjadi tanggung jawab kami untuk mengembangkannya,” ungkap Ir H. Eko Tafif Mariyanto perwakilan Majelis Dikdasmen PDM Kab. Sorong Papua Barat.

    Muhammadiyah di sorong sudah sangat baik perihal penerimaan masyarakat. Tidak hanya anak-anak muslim saja yang dididik, namun juga anak-anak non muslim. Mereka enjoy, nyaman, dan sudah seperti keluarga sendiri. “Hak-hak anak non muslim tetap kami penuhi, tak ada paksaan untuk mereka, kita wujudkan NKRI yang sebenar-benarnya,” lanjut Ir H. Eko Tafif Mariyanto dalam pidato sambutannya.

    “Semoga kunjungan ini membawa manfaat untuk Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak juga bagi Majelis Dikdasmen Sorong Papua Barat,” ungkap Mudirul Mahad Ponpes Almatera Kyai Syamsuri Adnan.

    Aprince Blesia merupakan salah satu peserta dalam studi banding ini, Ia adalah siswi dari SMK Muhammdiyah Aimas, Sorong. Ia memeluk agama nasrani, namun ia merasa nyaman-nyaman saja dengan bersekolah di Muhammadiyah. “Acara ini sangat bagus, saya sangat senang bisa tampil di muka bareng kakak semua, saya juga sangat senang bisa foto-foto dengan kakak-kakak dan juga ustadzah,” ungkap Aprince Blesia disela-sela penampilan dari para santri ponpes Almatera.

    Kesan mendalam juga tersirat pada santri-santri ponpes Almatera. Para santri terkesan dengan tarian-tarian asal papua. “Meskipun, daerah Papua ini terkenal dengan agama Kristennya tetapi orang islam disana tetap teguh pendiriannya. Bahkan mereka juga melaksanakan sholat tepat pada waktunya layaknya mereka hidup di daerah mayoritas islam. Walaupun, ada satu atau dua anak yang berbeda agamanya,” ungkap Zakiya Rosyida Azzahro dan Nadiffa Althaf Vayzza. (Almatera Media)

  • JALAN-JALAN MENAMBAH KOSA KATA

    JALAN-JALAN MENAMBAH KOSA KATA

    Oleh : Afroh Hana Taqiyya, Bety Arwa Raihana

                       PR IPM MTs Al-Mu’min Bidang PIP memiliki kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari Senin sore sepulang sekolah. Kegiatan ini biasa disebut dengan Mahfudhot Jalan. Kenapa disebut begitu? Karena, kegiatan ini dilakukan dengan sedikit olahraga, yaotu jalan-jalan ke desa-desa dan sawah sambil mengganti lirik lagu dengan mahfudhot atau kata. Kata mutiara berbahasa arab atau inggris yang diberikan oleh pengurus IPM. Mahfudhot jalan ini termasuk kegiatan turun temurun, karena sudah ada sejak 3 periode IPM.

    Pada kegiatan mahfudhot jalan ini pengurus IPM membagi santri menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari kelas 7, 8, dan 9. Pengurus juga mengadakan kuis mufrodat untuk melatih keaktifan santri, itung-itung mencari kader untuk periode yang baru. Santri yang dapat menjawab kuis dengan benar akan berangkat terlebih dahulu bersama kelompoknya ke tempat tujuan yang telah ditentukan.

    Kelompok yang menang adalah kelompok yang semangat dan kompak menyanyikan mahfudhot mereka. Dan di pagi harinya mereka akan mengisi mufrodat pagi di kelas.