Tag: tsamuha

  • Banjir Prestasi untuk MTs Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung di awal Tahun Ajaran 2018/2019

    Banjir Prestasi untuk MTs Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung di awal Tahun Ajaran 2018/2019

    Oleh M Thoriqul ‘Ula, S.Pd.I. Pengasuh Literasi Tsamuha

    MTs Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung kembali mengukir prestasi Tapak Suci ditingkat nasional dengan menyabet 5 medali dalam ajang perlombaan MONACO (Moehi National Competition) 2018 Di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Senin-Selasa, 10-11 September 2018.

    Acara yang diselenggarakan oleh PR IPM SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta ini diikuti oleh berbagai sekolah dari penjuru tanah air, mulai dari pulau Sumatera sampai pulau Papua.

    Lomba Tapak Suci sendiri dilaksanakan di Graha Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dari hari Senin, 10 September 2018 untuk babak penyisihannya, hari Selasa, 11 September 2018 babak semifinal sampai babak final.

    Kontingen MTs Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung yang mendapatkan medali dalam MONACO 2018 adalah Naufal Adi Laksono Medali Perak kelas B putra, I’zaz Nur Aiman Medali Perak kelas C putra, Farid Ulumudin Medali Perak kelas D putra, Muhammad Afifudin Medali Perak kelas E putra, dan Saddam Muhammad Husain Medali Perunggu kelas F putra.

    Perolehan medali ini menambah daftar prestasi MTs Al-Mu’min Muhammadiyah pada tahun ajaran 2018/2019 setelah sebelumnya menjadi Juara Umum pada ajang Olympicad IV 2018 Kabupaten Temanggung diantaranya Juara I MTQ atas nama Rafa Yumna Wafia, Juara MHQ atas nama Jauhar Ibadurrahman, Juara I Seni TS atas nama Naufal Adi Laksono, Bayu Tri Andika P, Hubaeb Asyahidussiam, Juara I Panahan atas nama Delta Rangga Yusaputra, Juara II Pidato Bahasa Arab atas nama Handar Ibrahim, Juara III Olimpiade IPA atas nama Hammam Hidayat dan Juara III CCI atas nama Bety Arwa Raihana, Selvia Wita Afanda, Cahya Aprilia yang diselenggarakan pada Selasa, 31 Juli 2018. Serta Juara II Panahan atas nama Delta Rangga Yusaputra pada ajang Olympicad IV 2018 tingkat propinsi yang diselenggarakan pada Selasa, 14 Agustus 2018 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

    “Prestasi-prestasi ini merupakan salah satu bukti MTs Al-Mu’min Muhammadiyah memberikan fasilitas dan kesempatan para santri untuk mengembangkan minat bakatnya, serta menambah pengalaman santri agar terus berpretasi dalam perlombaan yang ada di masa yang akan datang”, ungkap Imam Prayogo selaku Waka Kesiswaan MTs Al-Mu’min Muhamamdiyah.

    Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan Samsul, M.Pd. selaku kepala MTs Al-Mu’min Muhammadiyah,” Secara umum prestasi MTs Al-Mu’min Muhammadiyah ini menggeliat naik dari tahun-tahun sebelumnya, 3 bulan pertama tahun 2018/2019 sudah banyak prestasi yang kita raih, hal ini tidak lepas dari pembinaan ekskul dan pembiasaan pagi serta KBM yang tertata, dan tentu saja dukungan dari setiap elemen di madrasah memudahkan dalam setiap kegiatan yang ada di madrasah”.

  • Literasi Tsamuha Upaya Membumikan Literasi di MTs Al-Mu’min

    Literasi Tsamuha Upaya Membumikan Literasi di MTs Al-Mu’min

     

    oleh  : Mawar Ledya Serli, member kelas Literasi Tsamuha

    Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi yang dimiliki dan kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara atau bahkan menyelesaikan masalah dengan pandangan positif (solutif) sesuai dengan tingkat keahlian setiap individu.

    Banyak anggapan bahwa literasi hanyalah kegiatan menulis yang membosankan dan membuat otak seseorang merasa jenuh. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, karena sejatinya literasi itu menyangkut seluruh panca indera dan hati (perasaan).

    Literasi bukan hanya terpaku pada buku bacaan, tetapi literasi merupakan jalan untuk membuka wawasan dengan membaca situasi kondisi atau lingkungan sekitar.

    Pada dasarnya, hal terpenting dalam literasi adalah seseorang harus bebas buta aksara, bisa membaca dan menulis. Berdasarkan penjelasan dari Bapak Hendro Martono saat acara seminar di Pendopo Pengayoman (TBF08), bahwa terdapat dua (2) cara untuk membumikan budaya literasi. Cara pertama yaitu membaca, membaca dan membaca. Dengan membaca, seseorang akan luas pandangan dan wawasan. Karena seseorang tidak akan bisa menulis sebelum bisa membaca.

    Adapun yang kedua adalah menulis, menulis dan menulis. Segores tinta akan lebih berharga dari pedang yang terhunus. Dengan menulis seseorang bisa mendefinisikan sebuah rasa. Segala imajinasi bisa tertuang dalam aksara, karena ketika mulut tak mampu lagi berucap, tulisan akan menjadi saksi bisu tanpa suara. Dengan menulis seseorang akan bisa mengolah kata menjadi sesuatu yang berharga.

    Terkadang menulis memang membosankan, namun hal tersebut hanya berlaku bagi yang belum terbiasa. Seseorang akan merasa bahwa menulis adalah sesuatu yang menyenangkan ketika telah terbiasa menulis. Semuanya berawal dari kebiasan yang akan menjadi budaya. Karenanya menulis itu adalah kebiasaan bukan bakat.

    Seseorang dikatakan memiliki kemampuan literasi apabila telah mendapatkan kemampuan dasar keterampilan bahasa. Keterampilan bahasa yang dimaksud meliputi membaca dan menulis. Cara terbaik untuk memperoleh dua aspek tersebut adalah dengan pendidikan. Pendidikan adalah hal penting bagi kehidupan setiap individu. Pendidikan selalu menjadi tumpuan harapan untuk mengembangkan individu masyarakat, karena pendidikan adalah suatu alat atau wadah untuk perwujudan kemajuan peradaban. tak hanya itu, pendidikan juga membuat generasi mampu berbuat bnyak untuk kepentingan umat.

    Oleh karena itu, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung membangun sebuah gerakan untuk membangun literasi. Literasi Tsamuha (MTs Al-Mumin Muhammadiyah) menjadi nama yang diusung dalam gerakan tersebut. Tujuan gerakan tersebut adalah untuk mengembangakan budaya literasi dan menumbuhkan sikap baca tulis pada setiap individu. Gerakan Literasi Tsamuha ini juga menjadi keunggulan MTs Al-Mu’min tersendiri karena berbagai tulisan santri di produksi dalam gerakan ini.

    Kegiatan ini diharapkan akan mencetak kader bangsa yang mencintai budaya dalam bahasa, terutama bagi MTs Al-Mu’min tersendiri untuk bisa mewujudkan kemajuan bangsa dan agama.