Tag: tembarak

  • Santriwati MTs Al-Mu’min Muhammadiyah Gelar Turnamen Tapak Suci 2018

    Santriwati MTs Al-Mu’min Muhammadiyah Gelar Turnamen Tapak Suci 2018

    Oleh: Aprilia Cahayani, Syifa Prita dan Nanda Khulukil Husna. Santri MTs Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak anggota kelas Literasi.

    Pimpinan Ranting Tapak Suci (PR TS) MTs Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung bekerja sama dengan Bidang ASBO (Apresiasi Seni Budaya dan Olahraga) Pimpinan Ranting IPM mengadakan acara Turnamen Tapak Suci. Acara ini diadakan pada Ahad, 09 September 2018 di Mushola Pondok Pesantren Al-Mu’min mulai pukul 10.00 WIB – 15.00 WIB.

    Acara ini diikuti oleh seluruh santriwati MTs Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak dengan setiap kelas mewakilkan 2 orang untuk menjadi peserta turnamen.

    Zahrotul Mukaromah selaku ketua panitia menuturkan bahwasanya tujuan diadakan kegiatan turnamen ini adalah agar santriwati bisa menjaga diri saat di manapun berada, mengamalkan apa yang telah dipelajari selama berlatih Tapak Suci. Acara ini juga merupakan salah satu dari program ASBO PR IPM untuk membentuk dan melatih kekuatan fisik santri.

    Adapun juara dalam turnamen ini adalah Sinta Sufia Purnama Aulia Juara 1 santri kelas 7 Pi 1 Reguler asal Tembarak Temanggung, Larasati Atha Cantika Juara 2 santri kelas 9 Pi 1 asal Manding Temanggung dan Zafirah Nurul Husna Juara 3 santri kelas 9 Pi 1 asal Kutabanjar Banjarnegara.

    “Selain pertarungan yang begitu mencengangkan, semangat dari supporter juga menambah suasana keriuhan dan keramaian, sehingga membuat acara sangat menyenangkan, dan mendapatkan ilmu penting karena mengetahui tentang jurus-jurus dasar dan teknik bantingan yang benar”, kata Adzilatul Izzati.

  • Literasi Tsamuha Upaya Membumikan Literasi di MTs Al-Mu’min

    Literasi Tsamuha Upaya Membumikan Literasi di MTs Al-Mu’min

     

    oleh  : Mawar Ledya Serli, member kelas Literasi Tsamuha

    Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi yang dimiliki dan kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara atau bahkan menyelesaikan masalah dengan pandangan positif (solutif) sesuai dengan tingkat keahlian setiap individu.

    Banyak anggapan bahwa literasi hanyalah kegiatan menulis yang membosankan dan membuat otak seseorang merasa jenuh. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, karena sejatinya literasi itu menyangkut seluruh panca indera dan hati (perasaan).

    Literasi bukan hanya terpaku pada buku bacaan, tetapi literasi merupakan jalan untuk membuka wawasan dengan membaca situasi kondisi atau lingkungan sekitar.

    Pada dasarnya, hal terpenting dalam literasi adalah seseorang harus bebas buta aksara, bisa membaca dan menulis. Berdasarkan penjelasan dari Bapak Hendro Martono saat acara seminar di Pendopo Pengayoman (TBF08), bahwa terdapat dua (2) cara untuk membumikan budaya literasi. Cara pertama yaitu membaca, membaca dan membaca. Dengan membaca, seseorang akan luas pandangan dan wawasan. Karena seseorang tidak akan bisa menulis sebelum bisa membaca.

    Adapun yang kedua adalah menulis, menulis dan menulis. Segores tinta akan lebih berharga dari pedang yang terhunus. Dengan menulis seseorang bisa mendefinisikan sebuah rasa. Segala imajinasi bisa tertuang dalam aksara, karena ketika mulut tak mampu lagi berucap, tulisan akan menjadi saksi bisu tanpa suara. Dengan menulis seseorang akan bisa mengolah kata menjadi sesuatu yang berharga.

    Terkadang menulis memang membosankan, namun hal tersebut hanya berlaku bagi yang belum terbiasa. Seseorang akan merasa bahwa menulis adalah sesuatu yang menyenangkan ketika telah terbiasa menulis. Semuanya berawal dari kebiasan yang akan menjadi budaya. Karenanya menulis itu adalah kebiasaan bukan bakat.

    Seseorang dikatakan memiliki kemampuan literasi apabila telah mendapatkan kemampuan dasar keterampilan bahasa. Keterampilan bahasa yang dimaksud meliputi membaca dan menulis. Cara terbaik untuk memperoleh dua aspek tersebut adalah dengan pendidikan. Pendidikan adalah hal penting bagi kehidupan setiap individu. Pendidikan selalu menjadi tumpuan harapan untuk mengembangkan individu masyarakat, karena pendidikan adalah suatu alat atau wadah untuk perwujudan kemajuan peradaban. tak hanya itu, pendidikan juga membuat generasi mampu berbuat bnyak untuk kepentingan umat.

    Oleh karena itu, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung membangun sebuah gerakan untuk membangun literasi. Literasi Tsamuha (MTs Al-Mumin Muhammadiyah) menjadi nama yang diusung dalam gerakan tersebut. Tujuan gerakan tersebut adalah untuk mengembangakan budaya literasi dan menumbuhkan sikap baca tulis pada setiap individu. Gerakan Literasi Tsamuha ini juga menjadi keunggulan MTs Al-Mu’min tersendiri karena berbagai tulisan santri di produksi dalam gerakan ini.

    Kegiatan ini diharapkan akan mencetak kader bangsa yang mencintai budaya dalam bahasa, terutama bagi MTs Al-Mu’min tersendiri untuk bisa mewujudkan kemajuan bangsa dan agama.

  • Penerimaan Santri Baru Gelombang ke Dua telah Dibuka

    Penerimaan Santri Baru Gelombang ke Dua telah Dibuka

    Assalamualaikum wr wb

    Kami informasikan kpd Bapak/Ibu calon wali santri berdasarkan rapat tim PPDB MTs Al Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung bahwasanya pendaftaran santri baru Gelombang II sdah kami buka mulai tanggal 17 April s/d 09 Mei 2018 dengan ketentuan Kelas Reguler Putra 10 santri dan Kelas Reguler Putri 15 santri. Tes masuk dilaksanakan pada hari Kamis, 10 Mei 2018 pukul 08.00 WIB sampai selesai dilanjutkan dengan pengumuman. Daftar ulang bisa dilaksanakan pada saat itu juga.
    Demikian informasi kami sampaikan, bagi yg sudah Indent bisa konfirmasi kembali kepada panitia. Syukron jazakumullah khairon katsiron.

    Temanggung, 16 April 2018

    Panitia PPDB MTs Al Mu’min Muhammadiyah