Santri Tsamuha

 

Berfikir

Dengan fikiran yang jernih dan bersih

Bertindak

Dengan bismillah dan keyakinan

berdoa

Dengan tulus dan pasrah dengan hasil

Oleh : Mawar Ledya Serli, Suci Al-Amanah, dan Fatiha Jihad Najma Az Zahra. Santri kelas Literasi MTs Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung.

Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung menyelenggarakan acara Kuliah Subuh Akbar dengan teman “Yuk, Hijrah!”. Acara tersebut berlangsung pada Selasa, 11 September 2018 dan bertepatan dengan 01 Muharram 1440 H dari pukul 05.30 WIB s.d 07.30 WIB.

Acara ini diikuti oleh segenap Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tembarak dan Selopampang, tidak ketinggalan pula ortom-ortomnya seperti PCPM Tembarak-Selopampang, KOKAM, PCNA Tembarak-Selopampang, PC IPM, PR HW, PR TS serta warga Muhammadiyah se-Kecamatan Tembarak dan Kecamatan Selopampang.

Drs. Tafsir, M.Ag Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah yang menjadi pemateri dalam acara tersebut menyampaikan tentang esensi dari hijrah. Beliau menyampaikan juga bahwa hijrah membutuhkan perjuangan, baik fisik, psikis dan biaya. Hijrah bukan hanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain, melainkan hijrah juga berpindah dari satu kebiasaan buruk menuju kebaikan. “Hijrah itu memang sulit dan harus bermula dari sendiri. Adapun hikmahnya adalah mampu membawa kita kepada sisi yang lebih baik dan dapat menjalin ukhuwah Islamiyah apabila hijrah dilakukan bersama-sama”, sambungnya.

“Tujuan diadakan acara ini adalah ingin mengambil 01 Muharram menjadi momentum untuk dapat diambil nilai-nilai hijrahnya”, kata ustadz Miftahul Amili selaku koordinator acara.

Seluruh peserta Kuliah Subuh Akbar sangat antusias mengikuti acara ini, tidak terkecuali dengan para santri Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung. “Acara tersebut sangat berkesan karena selain mendatangkan pemateri dari PWM Jawa Tengah, juga materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi seluruh warga Muhamamdiyah, mengajak untuk saling berhijrah menuju kebaikan dengan kesabaran”. Tutur Zafirah Nurul Husna, santri asal Wonosobo.