Santri Tsamuha

 

Berfikir

Dengan fikiran yang jernih dan bersih

Bertindak

Dengan bismillah dan keyakinan

berdoa

Dengan tulus dan pasrah dengan hasil

Oleh : Mawar Ledya (member kelas literasi tsamuha)

 

Memasuki era perkembangan zaman, tentunya pendidikan di Indonesia kini tidak lagi memakai sistem tradisional. Namun, beralih menuju pendidikan yang modern. Apa itu pendidikan modern? Pendidikan modern adalah pendidikan yang telah memakai sistem berkemajuan dan cara belajarnya mengikuti model kekinian. Adapun ciri dari pendidikan modern, beberapa diantaranya adalah murid belajar secara aktif dan kritis, bukan guru yang menerangkan kepada muridnya namun murid yang mempresentasikan hasil dari apa yang telah dipelajari lewat hasil membaca. Guru hanya membenarkan sesuatu yang kiranya salah dan hanya memberikan penilaian terhadap keaktifan dan ketanggapan murid.

Kemudian ciri pendidikan modern yang kedua yaitu murid mendapat pengalaman nyata. Tidak hanya tulisan yang tersusun rapi di setiap baris, tidak hanya hafalan pelajaran yang masuk dan tersimpan rapi di memori ingatan, namun juga berupa praktikum sebagai suatu percobaan dari apa yang telah dipelajari untuk membuktikan kebenaran dari pengetahuan yang telah didapat.

Selanjutnya, ciri yang ketiga yaitu prosesi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak hanya dilakukan di ruangan tertutup, namun dapat juga dilakukan diruang terbuka atau alam bebas, agar dapat merefresh otak dan mempernyaman suasana KBM sehingga dapat berjalan dengan lancar.

Ciri keempat dari pendidikan modern yaitu terdapat kegiatan ekstrakurikuler sebagai kegiatan penunjang pelajaran yang dilaksanakan di luar KBM.

Pendidikan dikatakan modern apabila telah memiliki karakteristik di atas. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung merupakan salah satu madrasah yang berbasis pondok pesantren modern karena telah memiliki karakteristik di atas. Di MTs Al-Mu’min terdapat banyak kegiatan ekstrakurikuler sebagai wahana menciptakan suasana atau nuansa baru dan untuk meningkatkan prestasi belajar akademik, juga untuk membantu perkembangan santri sesuai (kebutuhan, potensi, minat, dan bakat) setiap individu. Beberapa diantaranya adalah Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci (TS), Mufrodat jalan, Divisi, Literasi, Sains Club, English Club, tilawah, dan Panahan.

Masing-masing ekstra yang ada di MTs Al-Mu’min sangat berperan penting untuk mengembangkan potensi santri. Adapun manfaatnya yaitu :

  • Pertama, Hizbul Wathan (HW), merupakan gerakan kepanduan untuk membentuk karakter yang disiplin. HW juga mengajarkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (Fastabiqul Khairat), melatih ketahanan fisik dan mental, yaitu dengan baris-berbaris dan halang rintang, mengajarkan arti penting kebersamaan dan indahnya persaudaraan.
  • Kedua, Tapak Suci (TS), merupakan ekstrakurikuler untuk melatih kekuatan agar dapat menjadi pendekar yang tangguh guna melindungi diri dari berbagai jenis tindak kejahatan.
  • Ketiga, Mufrodat Jalan, (salah satu program kerja PR IPM MTs Al-Mu’min bagian PIP) merupakan ekstrakurikuler guna mengembangkan ilmu pengetahuan berupa Learning Arabic and English Language (belajar bahasa arab dan inggris).
  • Keempat, Divisi, (salah satu program kerja PR IPM MTs Al-Mu’min) merupakan ekstrakurikuler sebagai sarana pengembangan kreatifitas seperti pembuatan barang kerajinan dari bahan bekas (dari ASBO/Apresiasi Seni Budaya dan Olahraga) atau yang biasa disebut dengan divisi ASBO. Kemudian divisi PIP/Pengembangan Ilmu Pengetahuan dengan membuat kosakata Arab/Inggris menjadi sebuah lagu agar mudah dihafal dan diingat.
  • Kelima, Literasi merupakan ekstrakurikuler bidang baca tulis dan merupakan sarana penyaluran bakat bagi santri yang mahir dalam sastra maupun jurnalistik. Literasi juga berpengaruh bagi santri MTs Al-Mu’min dalam peningkatan minat baca tulis.
  • Keenam, Sains Clubs, merupakan ekstrakurikuler yang mempelajari ilmu alam. Di Sains Clubs, seringkali diadakan praktikum untuk penelitian, misalnya menguji kandungan amilum dan lemak, dan praktek cara penggunaan mikroskop.
  • Ketujuh, English Clubs, merupakan ekstrakurikuler yang mempelajari Bahasa Inggris. Di English Clubs, santri dilatih untuk membaca kosakata inggris dengan benar. Kemudian santri juga dilatih untuk berorasi menggunakan bahasa inggris.
  • Kedelapan, Tilawah, merupakan ekstrakurikuler yang bertujuan untuk mempelajari bagaimana membaca Al-Qur’an dengan mentartilkannya atau memperindah suara bacaannya dengan kaidah tajwid yang benar.