Santri Tsamuha

 

Berfikir

Dengan fikiran yang jernih dan bersih

Bertindak

Dengan bismillah dan keyakinan

berdoa

Dengan tulus dan pasrah dengan hasil

 

Oleh: Leila Yumna Erlinda, peserta Student Exchange Malaysia 2018, santri kelas 8 Pi 2 MTs Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung.

Student Exchange Malaysia 2018 kali ini memberikan banyak sekali pengalaman baru dan berharga. Salah satunya adalah mendapatkan orang tua asuh (wali asuh) selama mengikuti kegiatan di Sekolah Menengah Kebangsaan Dato’ Sri Amar Diraja Muar, Johor. Tinggal serumah selama beberapa hari dan melakukan apapun kegiatan bersama dengan orang tua angkat di Malaysia merupakan hal luar biasa yang tidak bisa dilupakan.

Kami berempat peserta Student Exchange dari Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung mendapatkan orang tua asuh yang berbeda-beda. Mereka adalah Tuan Mohd Hazni bin Ali orang tua asuh Fara Daffa Islam, Puan Hj. Jamilah binti Ripin orang tua asuh Armiana Dyfa Ramithamanda, Puan Kamariah binti Othman orang tua asuh Nur Zakiyatulrahma Sular dan Puan Fareha binti Suhud yang merupakan orang tua asuh penulis.

Orang tua angkat kami merupakan para guru dari SMK dato’ Sri Amar Diraja Muar, Johor. Memang dari pihak sekolah memilih para guru untuk dijadikan orang tua angkat kami sebagai upaya memudahkan adaptasi dan pengenalan budaya sekolah khususnya dan masyarakat Muar Johor pada umumnya.

Selama tinggal bersama orang tua angkat, kami merasa bahagia karena para orang tua angkat ini sedari awal bertemu sudah menganggap kami seperti anak sendiri. Perlakuan mereka kepada anak asuh dari Indonesia ini sangat baik, bahkan sudah seperti anaknya sendiri, tidak membeda-bedakan juga, sehingga rasanya seperti dengan orang tua asli, inilah yang penulis rasakan selama tinggal dengan orang tua asuh. Hal serupa juga dirasakan peserta Student Exchange yang lain, mereka mengungkapkan bahwa para orang tua asuhnya baik hati, ramah, dermawan, sabar dan penyayang.

Salah satu contoh bentuk kasih sayang orang tua asuh adalah mereka rela bangun lebih awal untuk menyiapkan bekal. Sudah menjadi kebiasaan para murid di SMK Dato’ Sri Amar Diraja adalah mereka membawa bekal makanan dari rumah. Puan Fareha pun demikian, sebelum berangkat sekolah sudah menyiapkan bekal makanan yaitu nasi kotak lengkap dengan lauknya.

Rasa sayang mereka kepada para anak asuh begitu nyata dan tidak direkayasa. Dengan penuh sabar dan sayang mereka menerima kami, mencoba berkomunikasi dengan kami, meskipun kami belum bisa berbicara dengan Bahasa Malaysia dengan baik, mereka tetap mendengarkan pembicaraan kami dan memahaminya. Serta tidak lupa senyum yang selalu terpancar dari wajah seakan-akan membuat kami sudah sangat dekat dengan orang tua asuh meskipun baru bertemu.

Menariknya mereka sangat berat kalau kami harus kembali pulang. Hal ini terlihat saat masa Student Exchange usai, tidak henti-hentinya mereka memeluk dan menggandeng tangan anak asuhnya. Bahkan kerlingan air mata begitu jelas terlihat dari mata Puan Kamariah binti Othman yang seakan tidak rela melepas Nur Zakiyatulrahma Sular untuk pulang kembali ke tanah air.

Tidak lupa mereka juga memberikan pesan kepada anak asuhnya untuk selalu giat belajar dan semangat bersekolah, serta berharap bisa kembali lagi ke Malaysia. “Cakap pada cikgu kau, lain waktu suruh kau datang lagi kesini, jangan hanya beberapa hari saja, kalau bisa berbulan-bulan atau bertahun-tahun, kerana baguslah ni pertukaran pelajar untuk pendidikan”, ungkap orang tua asuh Fara Daffa Islam, puan Mohd Hazni bin Ali.