Mufrodat jalam Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Mu’min Sebagai kemajuan dan pekembangan bahasa
Oleh :Author

Mufrodat jalan merupakan salah satu program kerja (proker) yang diluncurkan oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) MTs Al-Mu’min. kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari Senin setelah Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung. Diikuti oleh seluruh santriwati MTs Al-Mu’min, biasanya berupa jalan jalan santai sembari mencari tempat yang nyaman dan kemudian berkumpul dengan suka cita membentuk beberapa kelompok. Dari beberapa kelompok, kemudian santriwati dianjurkan membat lagu berdasarkan mahfudzot (baik arab maupun inggris) yang telah disiapkan oleh pengurus IPM bagian pengembangan  Ilmu Pengetahuan (PIP).

Dengan cara mufrodat jalan itulah, MTs Al-Mu’min Muhammadiyah  dapat mengembangkan bahasa. Kegiatan tersebut memiliki banyak fadhilah atau manaat, diantaranya adalah:

  1. Menambah kosakata

Sebagai sekolah menengah pertama yang berbasis Pondok Pesantren, tentunya santri MTs Al-mu’min dituntut untuk dapat berbicara dengan bahasa Arab dan Inggris dengan baik dan benar. Karena bahasa merupakan budaya bangsa. Semakin banyak bahasa yang dikuasai, maka semakin banyak ilmu pengetahuan yang didapatkan. Oleh karena itu, dengan adanya mufrodat jalan akan akan membentuk karakteristik santri dalam penggunaan bahasa.

  1. Merefseh otak dan jasmani.

Seperti yang telah dijelaskan pada paragraf pertama, bahwasanya mufrodat jalan adalah kegiatan berupa jalan-jalan santai sembari beljar bahasa, maka dari jalan-jalan itu akan melatih otot kaki dan tendon agar tetap sehat jasmani. Juga dapat merefresh otak agar dapat berfikir lebih dingin dan tenang.

  1. Menumbuhkan sikap kebersamaan.

Dengan dibentuknya kelompok-kelompok, maka akan semakin terasa kebersamaanya, dari kebersamaan itulah yang akan menjadi pemicu eratnya ukhuwah islamiah. Kemudian, dengan kebersamaan itulah yang menjadi jala mudah untuk membangun perkembangan bahasa santri Al-Mu’min. karena sesuatu akan lebih bermakna jika dilakukan secara bersama-sama.

  1. Mengembangkan pola piker

Dengan dianjurkannya membuat lagu untuk mahfudzot yang telah disiapkan, santri dituntut untuk berpikir. Agu apa yang membangkitkan semangat? Lagu apa yang yang enak di dengar?

Dari berbagai pertanyaan yang tersimpan dalam benak itulah, akhirnya akan menghasilkan sesuatu, dan dari situlah pola pikir terkembangkan dari lagu yang digunakan untuk mahfudzot dapat bermanfaat, yaitu agar dapat mudah dihafal dan selalu diingat yang kemudian akan diamalkan dalam kegiatan sehari-hari dipondok (bahasa yang telah dipelajari)

(kelas Literasi Tsamuha)

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mungkin anda suka . . . .

IAIN Kudus Tunjuk MTs Al-Mu’min Menjadi Narasumber KKL Online

IAIN Kudus Tunjuk MTs Al-Mu’min Menjadi Narasumber KKL Online

Temanggung - (30/7/2020) MTs Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung dibawah naungan Pondok Pesantren Al-Mu’min menjadi narasumber pada kegiatan Online-Field Work Lecture (Online Cross Culture Understanding in Field Work Lecture) yang...