Menjadi Santri Yang Baik itu Pilihan
Oleh :Author

Manusia hidup selalu dihadapkan pada pilihan, untuk menjadi baik atau menjalani hidup mengikuti hawa nafsu. Manusia baik itu akan mengantarkan pada ending yang baik pula, meskipun dalam prosesnya akan menemui aral melintang, cobaan, godaan, cacian, makian dan segudang hambatan. Tetapi itu proses, hanya masalah perjalanan, karena pastinya akhir dari orang baik akan berakhir baik pula. Berbeda halnya dengan orang yang tidak baik, barangkali dalam perjalanan akan mendapatkan kenikmatan, kenyamanan, kesempatan, pujian, sanjungan dan sebagainya. Tetapi, bukankah Allah telah mengingatkan kita dengan sikap Istidraj.

Istidraj dalam bahasa mudah adalah kamu dibiarkan untuk menikmati segala fasilitas kesenangan dunia, melaluiya dengan bahagia, selalu mendapatkan kesempatan, memperoleh nikmat yang bertambah dari hari ke hari dan seterusnya. Bagi Allah, memberikan hal tersebut sangatlah sepele, tetapi bagi manusia sadarkah kalau itu ujian dari Allah SWT.

Santri adalah sebutan bagi seorang penuntut ilmu agama Islam, baik pesantren maupun non pesantren. Santri dinisbatkan pada mereka pejuang ilmu agama Islam, mereka yang menerjang arus zaman untuk istiqamah dalam menjalankan dan mempertahankan agama di manapun berada.

Itulah makna dari santri sesungguhnya, yang pastinya bisa membawa dampak baik bagi kehidupannya. Santri adalah sosok yang sangat istimewa karena kedudukan dan perannya dalam perkembangan agama Islam.

Barangkali makna santri belum tentu dimaknai dengan baik oleh santri sendiri. Belum sepenuhnya bisa dimengerti dan difahami dengan baik bagaimana sosok santri yang sebenarnya. Maka tidaklah akan mengherankan dalam perjalanan seorang santri tidak bisa memegang teguh dan berubah haluan.

sekali lagi menjadi santri yang baik itu adalah pilihan. Bukan perkara yang mudah untuk menjadi santri yang baik, dan mungkin itu adalah pilihan minoritas. Bukan pilihan mayoritas, bukan pilihan utama, bukan menjadi favorit.

Menjadi santri baik akan membawa dampak baik bagi siapapun, teman, guru, tetangga, orang tua, sanak saudara dan semuanya yang mengenalnya. Dan pastinya inilah yang memang selalu diharapkan oleh orang tua. Maka jadilah santri yang baik, menjadi pencerah bagi siapapun yang melihatnya, penerang saat tidak ada cahaya, penunjuk jalan saat tersesat dan selalu istiqomah dalam menjalani hidup..

M Thoriqul Ula/Pengajar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) MTs Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mungkin anda suka . . . .

IAIN Kudus Tunjuk MTs Al-Mu’min Menjadi Narasumber KKL Online

IAIN Kudus Tunjuk MTs Al-Mu’min Menjadi Narasumber KKL Online

Temanggung - (30/7/2020) MTs Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung dibawah naungan Pondok Pesantren Al-Mu’min menjadi narasumber pada kegiatan Online-Field Work Lecture (Online Cross Culture Understanding in Field Work Lecture) yang...